close
close

BREAKING NEWS WIL4BANTEN


Minggu, 16 November 2014

KHOTBAH A.H. MANDEY

JEMAAT ALLAH YANG HIDUP

Ayat Pokok: Mazmur 27:4; 1 Timotius 3:15-16
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Meski saat itu belum ada, raja Daud sangat cinta rumah Tuhan.  Karenanya, ia rindu untuk membangun rumah Tuhan.  Gayung bersambut.  Allah merestui.  Kerinduan Daud sejalan dengan kerinduan hati Allah!  Allah pun amat rindu untuk tinggal di tengah-tengah umatNya!  Namun karena semasa hidupnya Daud telah menumpahkan begitu banyak darah dalam peperangan, maka Allah memilih Salomo untuk membangun Bait Allah di Yerusalem. 
Kita telah membaca bagaimana untuk mewujudkan niatnya, Daud dengan segenap kemampuannya telah mengadakan persiapan untuk pembangunan rumah Allah!  Ia tak ragu mempersembahkan begitu banyak emas dan perak dari harta pribadinya.  Tindakannya menginspirasi jajaran di bawahnya bahkan seluruh bangsa Israel untuk juga memberi dengan sukacita – 1 Tawarikh 29.

Dalam Rumah Tuhan
“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”
Mengapa raja Daud begitu cinta bahkan rindu untuk tinggal dalam rumah Tuhan seumur hidupnya?  Alkitab mencatat, Daud dan seluruh bangsa Israel dengan sukacita, rela dan tulus hati memberikan persembahan bukan hanya untuk pembangunan fisik (jasmani) rumah Tuhan, tetapi juga untuk ibadah (rohani) di dalamnya! 
Ada apa dalam rumah Allah?  Mazmur 36:8-10 mencatat, di sana ada:
1. Perlindungan paling aman;
2. Lemak yang bergizi tinggi; dan
3. Air sungai kesenangan Tuhan!

Rumah Tuhan
Rumah Tuhan dalam Perjanjian Lama mengacu pada bangunan fisik nan megah, yang dibuat dari bahan-bahan berharga dan mulia, namun bersifat jasmani/fana/tidak kekal, yaitu emas, perak, tembaga, besi, batu, beton,  kayu, dan lain-lain.
Dalam Perjanjian Baru, rumah Tuhan bicara tentang manusia – bukan lagi bangunan fisik. Rumah Allah adalah saudara dan saya!  Kita disebut sebagai jemaat Allah yang hidup – yang dibangun dari Roh Kudus dan Firman Tuhan – 1 Timotius 3:15.  Dan Allah rindu untuk tinggal di dalam saudara dan saya.

Syarat Hidup Sebagai Jemaat Allah
“... sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran” – 1 Timotius 3:15.
Untuk melihat – apalagi masuk ke dalam Kerajaan Allah – seorang harus dilahirkan kembali dari Firman & Roh Kudus.  Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air (= Firman Allah) dan Roh (= Roh Kudus), ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” – Yohanes 3:5.
Syarat/aturan untuk tinggal dalam rumah Tuhan, sebagai jemaat Allah, saudara dan saya harus:
1. menjadi tiang/pilar penopang -> bicara tentang kekuatan untuk menopang  -> Roh Kudus;
2. memiliki dasar kebenaran -> Firman Allah.

Rahasia Agung
“Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita...”
Terjemahan Bahasa Inggris: “And without controversy (= tak terbantahkan) great is the mystery of godliness (=Godlikeness = serupa; memiliki karakter Allah)...” -> Dalam ibadah, ada kuasa Allah yang sanggup menjadikan saudara dan saya menjadi serupa denganNya.  Haleluya!
Apa yang di masa lampau merupakan rahasia yang tertutup rapat, kini telah terbuka bagi saudara dan saya, yakni “Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” – Kolose 1:25-27.  Puji Tuhan!  Tanpa Kristus, tidak ada pengharapan, tak ada pula kemuliaan!
Rindukah saudara untuk tinggal dalam rumah Tuhan seumur hidupmu?  Apakah saudara termasuk dalam kelompok jemaat Allah yang hidup?  Tiang penopang dan dasar kebenaran?
Tuhan Yesus memberkati saudara!


IBADAH DALAM RUMAH TUHAN

Ayat Pokok: Mazmur 27:4
Oleh: Pdt. AH Mandey

Daud bukan hanya mempunyai keinginan atau cinta kepada rumah Tuhan, tetapi ia melakukan tindakan nyata dengan memberikan dari kepunyaannya sendiri untuk pembangunan rumah Tuhan (1 Taw 29:3-7). Kepala Puak, Kepala Suku, Kepala Pasukan, dan Seluruh Rakyat turut memberi bagi rumah Allah. Mereka memberi karena cinta untuk ibadah dalam rumah Tuhan.
Ibadah dalam rumah Tuhan
Ibadah sangat penting. Namun sekarang ini ada orang yang sudah tidak punya hati lagi untuk menjalankan ibadah dalam rumah Tuhan. Maz 128:1 katakan “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” Alkitab juga berkata, “Kalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah orang yang membangunnya.” Allah memilih Yerusalem sebagai tempat kediaman nama-Nya (2 Taw 6:4). Ketika Daud mendirikan bait Allah di Yerusalem, Allah berkata, “Mendirikan sebuah tempat ibadah memang baik.” “Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini” (2 Taw 6:18). Apa tujuan kita berkumpul di gereja? Supaya nama Tuhan ditempatkan di sini. Kalau namaNya ada di sini, tidak ada yang mustahil, selalu ada kuasa dalam nama Yesus.
Allah melihat orang Israel berbuat dosa lagi. Doa tentang membawa korban persembahan kepada Allah. Maka Allah membiarkan bait Allah pertama di Yerusalem dihancurkan raja Nebukadnezar. Allah tidak takut menghancurkan bait-Nya karena orang-orang di dalamnya berbuat dosa, melanggar perintah Allah. Kemudian dibangun kembali oleh Ezra setelah kembali dari tempat pembuangan di Babilonia. Namun karena orang Israel berbuat dosa lagi, maka pada tahun 70 Masehi bait Allah kedua ini kembali dihancurkan oleh Allah. Kata bait Allah dalam bahasa Yunani ada dua arti: bukan bait Allah secara fisik/gedung, bait Allah jasmani/rohani. Nabi Hagai berkata bahwa bait Allah ke dua lebih mulia daripada bait Allah pertama. Karena itu Yesus sangat marah ketika melihat rumah Allah di Yerusalem menjadi kotor karena banyak orang berdagang. Ia berkata, “Di atas batu ini tidak akan ada lagi berdiri bait Allah.”   
Di akhir jaman ini akan datang hari-hari yang susah. Banyak orang pergi ke gereja (secara lahiriah menjalankan ibadah) tetapi mereka memungkiri kekuatannya. Mereka tidak percaya ada kekuatan dalam ibadah, mereka tidak mau beribadah lagi.

Bagaimana supaya ada kuasa dalam ibadah?
Rasul Paulus sebagai guru yang lebih berpengalaman menulis surat kepada Timotius (1 Tim 3:14-15). Jemaat perlu berdoa (pasal 1-3). Dalam bermacam-macam doa, Roh Kudus akan membantu kita berdoa (pasal 1). Kita adalah keluarga Allah. Barangsiapa yang menerima Yesus, kepadanya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, dan aturan-aturan hidup sebagai keluarga Allah. Kita sebagai tiang penopang harus punya dasar yang kuat, yang tidak mudah digeser-geser. Kita harus menjalankan peraturan-peraturan Allah. Mazmur 36:8-10 “Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu ….” Ayat-ayat ini menggambarkan bahwa semua ada dalam rumah Tuhan. Tuhan adalah tempat perlindungan yang paling aman. “Berbahagialah orang yang Engkau pilih …” (Maz 65:4-5). Jemaat adalah tubuh Kristus. Tuhan adalah kepala tubuh jemaat. Kalau ada kuasa Tuhan dalam hidup kita, hidup menjadi bersukacita, damai sejahtera. Orang yang berjalan menurut firman Allah, tidak akan kehilangan berkat. Pertolongan Tuhan akan mengikuti kita dimanapun kita berada.
Mungkin di antara saudara ada yang sedang mencari damai. Mencari sesuatu dan saudara belum mendapat. Carilah Yesus, sebab Ia mengerti kesulitanmu. Dia selalu mau menolong. Berikan hatimu kepada Tuhan, dan serahkan hidupmu kepadaNya. Apa yang Dia perbuat tidak pernah salah. Puji Tuhan. Tuhan Yesus memberkati saudara!

Jumat, 14 November 2014

EMAIL WIL4BANTEN

KIRIM EMAIL

wil4banten.blogspot.com
Kami bergerak di bidang kerohanian untuk menjadi berkat dan memberkati sesama. Bercita-cita membangun karakter dan pola pikir yang benar bagi geraja di Indonesia.


  • David Ibrani
  • Tanah Tinggi - Tangerang
  • Phone: 0815 115 27000
  • My Blog:
    >> gpditt.blogspot.com
    >> rumahsahabatku.blogspot.com
    >> sa-gpdi.blogspot.com
  • Email: wil4banten@gmail.com
  • Download wil4banten



 



 

KESAKSIAN AHOK

Kesaksian Ahok, “Wakil Gubernur Jakarta”


Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama
Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.


Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau," dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, "Siapa yang mau Ku-utus?" Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin: yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola. Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

KESAKSIAN NICK VUJICI

Kesaksian Nick Vujicic yang terlahir tidak memiliki tangan dan kaki

Dari kesaksian hidup Nick Vujicic, karena tidak memiliki tangan dan kaki, waktu kecil dia mau bunuh diri karena dia tidak seperti orang normal biasanya. Dia bertanya kepada Tuhan kenapa Tuhan ijinkan ini terjadi dalam hidupnya, padahal ayahnya seorang pelayan Tuhan.
Ketika dia mau menenggelamkan tubuhnya di dalam bak mandi, dia mendapat suatu penglihatan ketika dia meninggal orang tuanya akan menangis dikuburannya dan di situ dia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Dia mulai bertobat dan dia belajar untuk mengenal Tuhan secara pribadi,  akhirnya Tuhan memakai hidupnya untuk menjadi orang yang memberkati banyak orang untuk mengenal  Tuhan Yesus Kristus.
Sekarang dia telah memiliki istri dan satu anak yang Tuhan berikan didalam hidup keluarga mereka. Dia telah menjadi berkat bagi orang banyak diseluruh dunia dengan menjadi seorang motivator.
Gratis Download Mp3 Kesaksian Nick Vujicic 
terjemahan bahasa Indonesia di sini...Download


Nick Vujicic memang mengalami keterbatasan karena terlahir tanpa dua lengan dan kaki. Namun, ketidaksempurnaan tersebut tak menghalanginya untuk menjadi seorang motivator handal yang membuktikan, Tuhan Maha Adil. Sesuatu yang seakan menjadi kelemahan kita, bisa saja menjadi kelebihan jika kita pandai bersyukur.
Dilahirkan di Melbourne pada 4 Desember 1982, Vujicic mengaku telah diberkahi Tuhan sejak lahir. Meskipun anggota tubuhnya tak lengkap, dan sempat tidak bersekolah di sekolah umum karena keadaannya, pria berusia 30 tahun ini beruntung memiliki Duska dan Boris Vujicic, ayah dan ibu yang memiliki cinta luar biasa.
Nick Vujicic mengumpamakan, andai ia terlahir di negara dunia ketiga, bukan tidak mungkin orang tuanya akan menganggap dia sebagai kutukan, atau aib, dan bisa dibunuh ketika lahir untuk ‘menghapus jejak keberadaannya’.
Sadar akan berkah Tuhan kepadanya sejak kecil, Nick Vujicic yang seorang Kristiani memiliki mental baja. Tempaan hidup yang keras bahkan ketika di usia sekolah membuatnya tahu, keterbatasan bukanlah halangan. Maka, jadilah ia sebagai motivator andal sejak lulus dari Griffith Universiy pada usia 21 tahun.
Berbagai kalimat inspiratif meluncur dari pria yang menikah dengan Kanae Miyahara ini. Vujicic lebih suka mengajak orang-orang di sekitarnya memandang sesuatu dari sudut pandang lain. Semisal, sebuah kemalangan sekalipun, jika diterjemahkan dengan saksama, akan menunjukkan cinta Tuhan kepada kita. Dengan demikian, tidak akan ada hari-hari penuh keluhan, melainkan hari-hari penuh syukur.
“Saya memang memiliki pilihan untuk marah kepada Tuhan atas apa yang tak saya miliki. Atau, bersyukur atas apa yang saya punyai,” sebutnya dalam sebuah kesempatan.
Rasa bersyukur itulah yang kemudian akan membuat seseorang untuk tampil lebih prima dalam menjalani hidup. “Harapan dapat menyingkirkan penghalang yang bahkan seakan mustahil dilawan,” cetusnya.
Kehadiran Nick Vujicic dan kegigihannya, membuktikan tiada yang tidak mungkin dalam hidup. Sekaligus membuka mata kita, bahwa hidup ini terlalu indah untuk sekadar disesali.
Dari kesaksian ini kita jangan melihat kekurangan kita tetapi belajar untuk melihat Tuhan didalam permasalahan kita karena Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang percaya dan berharap kepada Dia. Amin



KESAKSIAN ASMIRANDAH

Kesaksian Asmirandah “Artis Indonesia”

( Kesaksian melalui pujian )

Kesaksian, Aktris, model, presenter dan penyanyi ini dilahirkan di Jakarta, 5 Oktober 1989. Ia adalah Asmirandah Zantman atau yang akrab disapa Asmirandah.

Karir Andah, sapaan akrab Asmirandah, di dunia hiburan Indonesia berawal dari sinetron "Kawing Gantung". Parasnya yang rupawan membuat penampilan Asmirandah sukses menyita perhatian penikmat sinetron tanah air.

Sejak saat itulah dirinya semakin sering muncul di berbagai judul sinetron. Andah setidaknya pernah membintangi 23 judul sinetron. Ia tampil diantaranya di "Wulan" (2006), "Baby Doll" (2007), "Hingga Akhir Waktu" (2008), "Sekar" (2008), "Nikita" (2009) dan yang terbaru "Separuh Aku" (2012).


Selain itu, Andah juga muncul di layar lebar lewat film-film berjudul "Liar" (2008), "Ketika Cinta Bertasbih 2" (2009), "Dalam Mihrab Cinta" (2010), "Jakarta Hati" (2012) dan "Rectoverso" (2013). Kiprahnya di dunia akting diapresiasi dengan penghargaan sebagai Aktris Terfavorit ajang Panasonic Gobel Awards 2012 dan Indonesia Kids Choice Awards 2013.

Catatan
Semua karena kasih Tuhan, terlahir dari keluarga yang tidak percaya, tetapi karena kasih Tuhan yang membawa dia percaya kepada Tuhan Yesus. Ini adalah suatu pilihan yang sangat sulit dalam hidupnya, sehingga dia harus berani mengambil keputusan untuk percaya. Tentu tidak mudah ada banyak yang harus dia korbankan, salah satu datang dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Apapun yang terjadi dia tetap bersyukur kepada Tuhan yang memberikan dia kekuatan untuk melewati semuanya.

Dengan kesaksian Asmirandah ini, bisa menjadi berkat bagi kita semua, terutama bagi saudara-saudara kita yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Bagi anda yang belum mengenal Yesus, datanglah kepada Tuhan carilah kebenaran yang diajarkan Yesus. Anda akan mendapat air kehidupan, yang ketika anda minum, maka anda tidak akan pernah haus selamanya. Dia adalah Air kehidupan dan jalan keselamatan bagi umat manusia. Dia selalu mengetuk pintu hati saudara untuk mengundang Dia masuk kedalam hidup saudara. Kasih yang dari Tuhan yang membuat kita dapat mengerti, biar pengenalan akan Tuhan, kita dapatkan. Amin

FORMULIR KESELAMATAN

Keselamatan


Bila anda pengunjung situs ini masih meragukan keselamatan Anda, kami mengajak Anda untuk merenungkan firman Tuhan berikut. Yesus berkata:
“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat….” [Yohanes 10:9]




Firman TUHAN berkata:

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” [Roma 10:9,10]

Kemudian berdoalah dengan bersuara DOA KESELAMATAN ini:

"TUHAN Yesus, aku percaya kepadaMu. Aku percaya Engkau adalah Putera Allah, yang mati bagi dosa-dosaku, disalibkan, mati dan bangkit kembali seperti yang tertulis dalam Alkitab. Ampunilah segala salah dan dosaku yang telah kuperbuat menyakiti hatimu. Masuklah dalam hatiku, Tuntunlah hidupku di jalan-jalanMu. Dengan pertolongan-Mu, aku meninggalkan semua perbuatan dosaku. Basuh hatiku dengan darah-Mu yang suci. Catatlah namaku dalam Buku Kehidupan-Mu. Sekarang aku mengaku dengan mulutku dan percaya dengan hatiku Engkau adalah TUHAN dan Juruselamatku. Aku akan mengikut Engkau mulai sekarang dan sampai selamanya. AMIN"

Bila Anda telah berdoa bersama kami, Anda dapat bersurat kepada kami untuk mendapatkan follow up ke:

WILAYAH 4 BANTEN
GPdI Tanah Tinggi, Jl. KH. Agus Salim No.31-32, Tangerang, Banten - Indonesia

Email:  wil4banten@gmail.com



TENTANG WILAYAH 4 BANTEN

Organisasi

WILAYAH 4 Banten adalah salah satu unit pelayanan di bawah Majelis Daerah Banten pada Gereja Pantekosta di Indonesia. Majelis Daerah Banten pada Gereja Pantekosta di Indonesia  adalah Bapak Pdt. Yoppi Silooy.





Misi

Misi dari Wilayah 4 Banten adalah:

1. Followup Gereja Lokal Wilayah 4 – melakukan followup terhadap hasil pelayanan gereja lokal dan atau pelayanan di lingkup Gereja Pantekosta di Indonesia Wilayah 4 Banten yang sifatnya luar dalam dengan tujuan akhir memenangkan jiwa.

2. Information Wilayah – tempat untuk mendapatkan informasi aktivitas pelayanan dan kegiatan di lingkup GPdI Wilayah 4 Banten.

Sarana

Demi menunjang pencapaian misi telah diadaptasi dan diimplementasikan teknologi Media Center System yang mencakup layanan telepon dan email yang terintegrasi pada satu interface agent. Dengan kekuatan 6 agent dan system yang mampu diexpand hingga 12 agent diharapkan kelak dapat maksimal melakukan followup terhadap hasil pelayanan luar dalam & gereja lokal yang ada.

Alamat Kontak

GPdI Wilayah 4 Banten dalam pelayanannya menggunakan informasi di bawah ini untuk berhubungan dengan jiwa-jiwa:

1. Telepon  0815 115 27000 (hunting)

2. Email: wil4banten@gmail.com

3. Web : wil4banten.blogspot.com

4. Gereja Lokal Wilayah 4 Banten


Pelayanan Lainnya

GPdI Wilayah 4 Banten juga melakukan pelayanan:

1. SMS Renungan yang diberi nama SMS Roti Hidup.

2. Mengelola web GPdI Wilayah 4 Banten.

3. Membuat dan menyebarkan traktat.

4. Renungan harian.

5. Pelayanan karyawan Perusahaan.

6. Pelayanan Kunjungan Rumah Sakit.

7. Pelayanan Radio.

8. Pelayanan TV.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda